Mengampuni Orang Yang Bersalah:
Studi Eksegetis Terhadap 2 Korintus 2: 5-11
DOI:
https://doi.org/10.69932/kardia.v3i1.52Keywords:
2 Korintus 2: 5-11, mengampuni, orang yang bersalah, studi eksegetis, forgiving, the guilty person, exegetical studyAbstract
Abstract: The purpose of writing the article is to explain biblically and comprehensively why it is necessary to forgive those who offend based on 2 Corinthians 2: 5-11 so that believers can apply it in real life. The research method that the author uses is the literature review method by combining sources including articles, journals, and other written documents, using a hermeneutic method, namely a way of expressing, translating, and reviewing. The source material is the Bible text, meaning the original text of the Bible text. The research results obtained are: First, so that he does not perish in sadness. Second, so that believers truly love. Third, so that the devil does not gain an advantage, the implication is that believers need to forgive because otherwise, believers will continue to be in sadness and bitterness, by forgiving believers apply true love and the most important thing is that by giving forgiveness it does not allow the devil to gain profit. The novelty of this article is the presentation which focuses on the text of 2 Corinthians 2:5-11, by finding the principles of forgiving those who offend based on the existing text.
Abstrak: Tujuan dari penulisan artikel adalah untuk menjelaskan secara alkitabiah dan komprehensif mengenai mengapa perlu mengampuni orang yang bersalah berdasarkan 2 Korintus 2: 5-11, supaya orang percaya dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber antara lain Artikel, jurnal, dan dokumen lainnya secara tertulis, dengan menggunakan cara hermeneutik yakni cara untuk mengungkapkan, menterjemahkan dan mengulas. Sumber bahannya adalah teks Alkitab dengan maksud teks asli dari teks Alkitab. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, supaya ia tidak binasa dalam kesedihan. Kedua, supaya orang percaya sungguh-sungguh mengasihi. Ketiga, supaya iblis tidak memperoleh keuntungan. Implikasinya adalah bahwa penting bagi orang percaya untuk mengampuni, karena jika tidak demikian orang percaya akan terus dalam kesedihan dan kepahitan, dengan hidup mengampuni orang percaya menerapkan kasih yang sesungguhnya dan yang terpenting adalah dengan memberi pengampunan tidak memberikan kesempatan kepada iblis untuk mendapatkan keuntungan. Kebaharuan tulisan ini adalah pemaparan yang memfokuskan pada teks 2 Korintus 2:5-11, dengan menemukan prinsip-prinsip mengampuni orang yang bersalah berdasarkan teks yang ada.
References
Bible, Matthew Henry’s Commentary on the Whole. “PC Study Bible Formatted Electronic Database Copyright © 2006 by Biblesoft, Inc. All Rights Reserved.),” 2006.
Biblesoft, Inc. and International Bible Translators, Inc. “Biblesoft’s New Exhaustive Strong’s Numbers and Concordance with Expanded Greek-Hebrew Dictionary. Copyright © Biblesoft, Inc. and International Bible Translators, Inc,” n.d.
“Biblesoft’s New Exhaustive Strong’s Numbers and Concordance with Expanded Greek-Hebrew Dictionary.” Biblesoft, Inc. dan International Bible Translators, Inc., 2006.
by Biblesoft, Inc. All rights reserved. “No Titlefrom Thayer’s Greek Lexicon, PC Study Bible Formatted Electronic Database. Copyright ©,” 2006.
Company, William B. Eerdmans Publishing. “NT:2666 Cf. Philo Gig. 13). L. Goppelt, TDNT VI, 158 f. (from Exegetical Dictionary of the New Testament © . All Rights Reserved.),” 1990.
Gulo, Renihati Hendi. “Belas Kasihan Adalah Kunci Untuk Mengampuni.” BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2 (2021): 23–35.
Hallesby, Ole. Doa; Cara Memperdalam.... BPK Gunung Mulia, 2021.
Hasan Susanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.
Hasibuan, Serepina Yoshika, Setiaman Larosa, and Rudy Roberto Walean. “Relevansinya Bagi Pelayanan Pemulihan Luka Batin,” n.d., 27–39.
Hutabarat, Benny Christian, Rogate Artaida, Tiarasi Gultom, and Ibelala Gea. “Makna Mengampuni Tanpa Batas Menurut Matius 18 : 21 – 35 Dan Implikasinya Bagi Kekristenan Masa Kini,” no. 4 (2024).
Iwan Setiawan dan Nadia Eko Agustia. SKUBALA: Kebanggaan Lahiriah Hanyalah Sampah. Edited by Yuliana Lu dan Yeheskiel Obehetan. Jakarta: Penerbit VIEWS Jakarta, 2023.
Kathryn, Susanna, Shinta Permanasari, Ronaldo Yonathan, and Reni Purba. “KEKUATAN PENGAMPUNAN: PENGARUH AJARAN KRISTEN TENTANG PENGAMPUNAN TERHADAP RESILIENSI PERSONAL.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 11, no. 1 (2021): 13–28.
Kini, Tafsiran Alkitab Masa. “3: Matius–Wahyu.” Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2010.
Lexicon, Thayer’s Greek. “PC Study Bible Formatted Electronic Database. Copyright © by Biblesoft, Inc. All Rights Reserved,” 2006.
Lumbantobing, Frans Mardohar Parulian, and Supriadi Siburian. “Makna Mengampuni Studi Eksegetis Matius 18: 21-22 Dan Relevansinya Terhadap Kehidupan Kristen Saat Ini.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katolik 2, no. 3 (2024): 164–82.
Marenta Sinaga. “Teologi Perjanjian Baru Mengampuni Orang Yang Bersalah 2 Korintus 2: 5-11.” Akademia Edu, 2020.
Pdt. Hasan Susanto, D.Th. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid 2, n.d.
“Pendahuluan Untuk Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat Di Korintus,” n.d.
Pranoto, David Susilo. “Pelayanan Penyebaran Injil Berdasarkan 2 Korintus 6: 1-10.” Manna Rafflesia 3, no. 1 (2016): 1–20.
Publishers, Thomas Nelson. “From Vine’s Expository Dictionary of Biblical Words, Copyright ©,” 1985.
Setiawan, Iwan, Andy Witra Waruwu, Ardius Aritop Lede, Rambu Agnes Tasya Djawaray, and Mia Kristin Andriastuti. “Signifikansi Hidup Baru Menurut Roma 6: 1-4 Bagi Orang Percaya Masa Kini.” Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 2, no. 2 (2023): 98–110.
Sihotang, Eleven. “Pendampingan (Konseling) Pastoral Kepada Orang Yang Sulit Mengampuni.” Jurnal Diakonia 1, no. 1 (2021): 50–63.
Sosipater, Pdt. DR. Karel. Etika Perjanjian Baru. Jakarta, 2010.
Testament, Exegetical Dictionary of the New. “By William B. Eerdmans Publishing Company. All Rights Reserved.),” 1990.
Tiwery. Weldemina. Yudit, Wenno Kalvin Vincent. “A Forgiving Community.” Indonesian Journal of Theology 11, no. 1 (2023): 197–221.
Tuhumena, Mariyorie Anastasya. “Peranan Persembahan Bagi Gereja Dan Masyarakat: Suatu Studi Hermeneutik Berdasarkan 2 Korintus 9: 6-15.” Program Studi Teologi FTEO-UKSW, 2016.
Weldemina, Yudit Tiwery, Vincent Kalvin Wenno. “Komunitas Yang Mengampuni: Menafsirkan Pengampunan Publik Dalam 2 Korintus 2:5-11 Dengan Metode Interkontekstual.” Indonesian Journal of Theology, 2023, 197–221.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Iwan Setiawan, Halena Malaikari, Jovicka Tessalonicka Natalia Tania

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



