Prinsip-Prinsip Pendampingan Generasi yang Fatherless menurut 1 Tesalonika 2:7

Authors

  • Novianti Novianti Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia - Yogyakarta
  • Paulus Kunto Baskoro Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia – Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.69932/kardia.v3i1.47

Keywords:

fatherlessness, church, mentoring, 1 Thessalonians 2:7, discipleship, Gereja, pendampingan, 1 Tesalonika 2:7, pemuridan

Abstract

Abstract: The phenomenon of "fatherlessness," or the absence of a father figure, has become an increasingly concerning social issue, including in Indonesia. Children growing up without a father face various negative impacts, such as psychological disorders, difficulties in forming self-identity, and increased involvement in risky behaviours. The church has the potential to act as an agent of restoration through mentoring based on love and spiritual values. This study aims to examine the church’s mentoring principles for the "fatherless" generation based on 1 Thessalonians 2:7 and identify its implications and logical applications in church life. This study employs a qualitative approach with a hermeneutic analysis of 1 Thessalonians 2:7 and a literature review from relevant books and journals. The findings indicate that church mentoring for the "fatherless" generation can be realized through a gentle and loving approach, effective discipleship, character and identity formation, and emotional healing. The church can also function as a community that provides spiritual and psychosocial support for children who lack a father figure. The implications of this study emphasize that the church must develop a sustainable discipleship system, instil Christ-centered values, and create a supportive environment for young people experiencing "fatherlessness." The novelty of this research lies in its perspective on spiritually-based mentoring, highlighting the church’s role as a "home" for those who have lost a father figure.

Abstrak: Fenomena "fatherlessness" atau kehilangan figur ayah menjadi isu sosial yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah mengalami berbagai dampak negatif, seperti gangguan psikologis, kesulitan dalam membentuk identitas diri, serta keterlibatan dalam perilaku berisiko. Gereja memiliki potensi untuk berperan sebagai agen pemulihan melalui pendampingan yang berbasis kasih dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip pendampingan gereja bagi generasi "fatherless" berdasarkan 1 Tesalonika 2:7, serta mengidentifikasi implikasi dan penerapan logisnya dalam kehidupan gerejawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutik terhadap teks 1 Tesalonika 2:7 serta kajian pustaka dari buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan gereja bagi generasi "fatherless" dapat diwujudkan melalui pendekatan lembut dan penuh kasih, pemuridan yang efektif, pembentukan karakter dan identitas diri, serta penyembuhan emosional. Gereja juga dapat berfungsi sebagai komunitas yang memberikan dukungan spiritual dan psikososial bagi anak-anak yang kehilangan figur ayah. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa gereja harus mengembangkan sistem pemuridan yang berkelanjutan, menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi generasi muda yang mengalami "fatherlessness". Kebaruan penelitian ini terletak pada perspektif pendampingan berbasis spiritual yang menekankan peran gereja sebagai "rumah" bagi mereka yang kehilangan figur ayah.

Author Biography

  • Paulus Kunto Baskoro, Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia – Yogyakarta

     

References

Aulia, Azzah’ra Syafitri, and Dinie Anggraeni Dewi. “Peran Pancasila Dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Dan Patriotisme Generasi Muda Di Era Globalisasi.” Journal on Education 4, no. 4 (2022): 1097–1102.

Barus, Herawati. “Pelayanan Kaum Muda Dalam Menciptakan Generasi Yang Bersinar.” SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) 2, no. 1 (2019): 30–38.

Baskoro, Paulus Kunto. “Teologi Kitab Kisah Para Rasul Dan Sumbangannya Dalam Pemahaman Sejarah Keselamatan.” Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 1, no. 1 (2020): 15–35.

Baskoro, Paulus Kunto, and Yonatan Alex Arifianto. “Dampak Pengajaran Guru Sekolah Minggu Terhadap Kesetiaan Anak Dalam Ibadah Sekolah Minggu.” DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (2022): 67–83.

Baskoro, Paulus Kunto, and Hardi Budiyana. “Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Agama Kristen Menurut Kitab Amsal Bagi Anak Usia 7-12 Tahun.” Jurnal Teologi Praktika 2, no. 2 (2021): 92–104.

Gultom, Joni Manumpak Parulian, Ferdinandes Petrus Bunthu, Francois Pieter Tomasoa, and Foera-Era Nduru. “Generasi Milenial Dalam Kaitan Tugas Yeremia Dalam Kegerakan Pantekosta.” Real Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2019): 11–22. https://osf.io/3twnz/.

Harefa, Febriaman Lalaziduhu. “Analisis Eksegetis Kejadian 3: 8 Sebagai Upaya Memahami Realisasi Pertama Kasih Allah Terhadap Manusia Yang Berdosa.” SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 3 (2018): 28.

Hutabarat, Herdy N. Mentoring Dan Pemuridan. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2021.

Kause, Eleos Permata Putra, Siti Siti, and Jeane Hadi Steafany. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menangani Remaja Perempuan Yang Mengalami Fatherless.” SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 368–377.

Magfiroh, Nurul. “Akibat Hukum Kehilangan Peran Ayah” (2021).

———. Kehilangan Figur Ayah. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2021.

Maria, Agnes. “Pemulihan Konsep Diri Dalam Penyembuhan Luka Batin.” DUNAMOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 1 (2021): 77–88.

Nainggolan, Novina Fransisca, and Urbanus Sukri. “Tanggung Jawab Orang Tua Kristen Dalam Pendidikan Anak Terhadap Spritualitas Anak Tkk Anugerah Immanuel Di Tapanuli Utara.” Inculco Journal of Christian Education 2, no. 1 (2022): 14–24.

Orles, Orles. “Efektifitas Pemuridan KEKAL Dalam Membimbing Gereja Menuju Kedewasaan Rohani.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 118–129.

Pamenta, Yunita, Viktorina Samderubun, Renol, and Mortan Sibarani. “Kajian Teologis-Etis Surat 1 Petrus Dan Implikasinya Bagi Penguatan Karakter Remaja Kristen.” Diegesis : Jurnal Teologi 8, no. 1 (2023): 55–71.

Pokhrel, Sakinah. “REPRESENTASI FATHER INVOLVEMENT DALAM FILM STRANGER THINGS SEASON 2.” Αγαη 15, no. 1 (2024): 37–48.

Pranatha, Loudy Benedictus, and Mariani Harmadi. “Kajian Tentang Timotius: Kepemimpinan Dan Spiritualitas Dalam Kondisi Fatherless.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 4, no. 2 (2023): 131–143.

Putri, Raissa Dwifandra, Yaumul Rahmi, and Ikhwanul Ihsan Armalid. “Dampak Ketiadaan Figur Ayah Pada Gender Role Development Seorang Anak.” Flourishing Journal 2, no. 6 (2023): 447–456.

Riniwati, R. “Pembinaan Guru Sekolah Minggu Untuk Mengajarkan Konsep Keselamatan Pada Anak.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 2 (2020): 185.

Safinah, Safinah, and Zainal Arifin. “Otoritas Kepemimpinan Karismatik Tuan Guru Dalam Membentuk Budaya Religius.” Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5, no. 2 (2021): 311–330.

Santoso, Yogi, Kalis Stevanus, Fianus Tandiongan, and Gidion Gidion. “Studi Deskriptif Penerapan Pemuridan Di Komunitas Remaja.” CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 3, no. 2 (2022): 171–190.

Setiyawati, Diana. Indonesia Urutan Ke-3 "Fatherless Country’. Jakarta: PT Gloria Usaha Mulia, 2021.

Simbolon, Budiono, Andhy Stephanus, and Maria Yehuryana. “Peran Pendidikan Dalam Mengubah Karakter Anak Remaja Gereja Beth-El Tabernakel, Pematang Siantar.” HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022): 27–35.

Stevanus, Kalis, and Vivilia Vivone Vriska Macarau. “Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Karakter Remaja Di Era 4.0.” Jurnal Dinamika Pendidikan 14, no. 2 (2021): 117–130.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&B. Bandung: Alfabeta, 2012.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang. “Konsep Pelayan Tuhan Perjanjian Baru Dan Penerapannya Pada Masa Kini.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (2019): 94.

Susilo, Arman, and Paulus Kunto Baskoro. “Tantangan Kepemimpinan Kristen Di Era Disrupsi Dalam Gereja Tuhan.” Ritornera-Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 4, no. 2 (2024): 116–134.

Tari, Ezra. “Kualifikasi Guru Berdasarkan 1 Tesalonika 2:7-12.” Khazanah Theologia 2, no. 1 (2020): 1–8.

Wissang, Imelda Oliva, Nelci Halla, Tobias Nggaruaka, and Arsiya Wanaelo. “Bahasa Figuratif Sebagai Spirit Solidaritas Dalam Kitab Amsal.” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 6, no. 6 (2021): 2813.

Yunus, Yuhana. “Konseling Anak Berdasarkan Matius 18: 10 Dan Relevansinya Untuk Meningkatkan Spiritual Anak Sekolah Minggu.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 5, no. 1 (2021): 87–98.

Downloads

Published

2025-02-27

How to Cite

Prinsip-Prinsip Pendampingan Generasi yang Fatherless menurut 1 Tesalonika 2:7. (2025). KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 25-37. https://doi.org/10.69932/kardia.v3i1.47