Memaknai Secara Teologis tentang Garam Dunia Matius 5:13

Hidup Berdampak dan Menjadi bagian dari Agen Perubahan

Authors

  • Vendyah Trisnaningtyas Sekolah Tinggi Teologi Pukat
  • Eko Nugroho Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia
  • Lena Anjarsari Sembiring GPdI Eben-Haezer Church Community Pati

DOI:

https://doi.org/10.69932/kardia.v1i1.4

Keywords:

salt, generation, being a doer of the Word, living an impact, menjadi pelaku Firman, hidup berdampak

Abstract

Abstract: Jesus' words about the Salt of the world in Matthew 5:13 are a meaningful expression, so to understand them cannot be through literal or literal knowledge. In this article, the author uses a descriptive method, namely with a literature approach by collecting data and analyzing Matthew 5:13. Through the case of how as a salt generation in Christianity and everyday life and in ministry. Based on this research, it is concluded that the meaning of salt not only refers to the inherent identity of followers of Jesus Christ wherever they go and wherever they are. But it's more about how to be a part of and create a salt generation in the Christian life.

Abstrak: Perkataan Yesus tentang Garam dunia dalam Injil Matius 5:13 merupakan suatu ungkapan bermakna, sehingga untuk memahaminya tidak boleh melalui pengetahuan secara harafiah atau literal. Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan pendekatan literatur dengan mengumpulkan data-data dan menganalisis Matius 5:13. Melalui kasus bagaimana sebagai salt generation dalam kekristenan dan kehidupan sehari-hari serta dalam pelayanan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa makna garam bukan saja menunjuk kepada identitas pengikut Yesus Kristus yang melekat kemanapun mereka pergi dan dimanapun mereka berada. Akan tetapi lebih kepada bagaimana menjadi bagian dan mewujudkan salt generation dalam kehidupan kekristenan.

References

Anggu, Peter. “Pertumbuhan Karakter Kristen ‘Kepribadian Seorang Pelayan.’” Jurnal Jaffray 3, no. 1 (2005): 26–30.

Bambangan, Malik. “Implementasi Menjadi Garam Bagi Dunia Menurut Matius 5: 13.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 2, no. 1 (2019): 22–30.

Henny, Lucyana. “Konsep Ibadah Yang Benar Dalam Alkitab.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 4, no. 1 (2020): 73–88. https://sttexcelsius.ac.id/e-journal/index.php/excelsisdeo/article/view/32.

Johan Anggito, Albi & Setiawan. “Metode Penelitian Kualitatif,.” ed. Ella Deffi Lestari (Jejak Publisher, 2018). (2018).

Kelelufna, Jusuf Haries. “Allah Segala Maha Di Tengah Fenomena Kekerasan Dan Penderitaan Orang Saleh.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 3, no. 2 (2017): 109–113. http://e-journal.iaknambon.ac.id/index.php/KNS/article/view/7.

Lie, Tan Lie, and Fandy Prasetya Kusuma. “Model Kepemimpinan Berkelanjutan: Sebuah Kajian Kritis Kepemimpinan Dan Manajemen Tokoh Musa Berdasarkan Keluaran 18: 1-27.” CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2022): 238–262.

Paul Kaak (eds), & Lee Heekap. “‘The Pedagogy of Shalom: Theory and Contemporary Issues of a Faith-Based Education,.’” International Journal of Christianity & Education Vol. 21 (2019): 3, https://doi.org/DOI: 10.1177/2056997117729621. (2019).

Purba, Jhon Leonardo Presley, Hizkia Febrian Prastowo, and Robinson Rimun. “Kajian Hermeneutis Ungkapan ‘Sungguh Amat Baik’ Dalam Kejadian 1: 31 Ditinjau Dari Perspektif Redemptive-Historical Approach.” CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2022): 122–133.

Sarjono, Ndaru, and Gunar Sahari. “Makna Ungkapan ‘Kamu Adalah Garam Dunia’Dalam Matius 5: 13 Dan Penerapannya Bagi Orang Percaya Masa Kini.” JURNAL LUXNOS 6, no. 2 (2020): 151–159. https://luxnos.sttpd.ac.id/index.php/20_luxnos_20/article/view/nd_2020_gs_2020.

Siagian, Rustam. “Pembaharuan Rohani Menurut Efesus 4:23 Sebagai Dasar Pertumbuhan Jemaat.” SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 4, no. 2 (2020): 98–112.

Siahaan, Harls Evan Rianto. “Hikmat Sebagai Implikasi Pendidikan Kristiani: Refleksi 1 Raja-Raja 3: 1-15.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2016): 15–30.

Siswanto, Dodi. “Konsep Benih Ilahi Menurut 1 Yohanes 3:9 Dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini.” https://sttsoteriapwt.wordpress.com/2019/05/12/konsep-benih-ilahi-menurut-1-yohanes-39-dan-implikasinya-bagi-gereja-masa-kini/ (2019).

Sitepu, Nathanail. “Makna Garam Dan Terang Dalam Matius 5 : 13-16 Bagi Pengikut Kristus.” HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen, Vol 7, No 2, (Desember 2022) Copyright© 2022; HARVESTER; e-ISSN 2685-0834, p-ISSN 2302-9498 I 116 (2022): 13–16.

———. “Relasi Intelektualitas Dan Spiritualitas Dalam Berapologetika: Suatu Tinjauan Injili.” VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral 1, no. 2 (2020): 118–130.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang. “Pembaharuan Pikiran Pengikut Kristus Menurut Roma 12: 2.” Jurnal Teologi Berita Hidup 1, no. 1 (2018): 46–55. https://www.e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/4.

Sutjiono, Rohana J. “Peranan Wanita Kristen Dalam Keluarga, Gereja, Dan Masyarakat.” Semper Reformanda 3, no. 1 (2021): 1–12. https://ejournal.sttlintasbudaya.ac.id/index.php/JSR/article/view/4.

Yusnita, M. “Asam, Basa, Dan Garam Di Lingkungan Kita.” In Publisher Alprin, 2020 ISBN 6232632990, 9786232632998, 2020.

Published

2023-02-16

How to Cite

Memaknai Secara Teologis tentang Garam Dunia Matius 5:13: Hidup Berdampak dan Menjadi bagian dari Agen Perubahan. (2023). KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 29-40. https://doi.org/10.69932/kardia.v1i1.4