Diskursus Diskursus Janda Manado

Antara Sosio-Teologis dan Ekofeminisme

Authors

  • Alexander Stevanus Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

DOI:

https://doi.org/10.69932/kardia.v2i1.21

Keywords:

janda Manado, sosio-teologis, ekofeminisme

Abstract

Abstract: The status of widow is always associated with a negative stigma, especially for young widows or flower widows. Widow status is a status obtained due to divorce due to death (divorce) and divorce due to family problems or conflicts. Widow status carries a burden both emotionally and socially, especially for widows in the Manado context who experience social status discrimination. Janda Manado was formed due to the local popular cultural context of Manado and the influence of foreign cultural fashion. Manado widows are no longer seen as women in social status, but as social bodies that are seen only as sexual bodies. The aim of this research is to provide a critical analysis of socio-theological and ecofeminism. The research method used is research with a qualitative approach. The results of this research found that the Bible provides a clear theological basis for the socio-theological and ecofeminist analysis of the Manado widow context. In the text Exodus 22: 22 it is stated: "you shall not oppress a widow or an orphan" which means that Hebrew law also has rules that protect orphans and even widows.

Abstrak: Status janda selalu terbangun dengan stigma yang negatif, terutama untuk janda muda atau janda kembang. Status janda adalah status yang diperoleh karena diceraikan karena kematian (cerai mati) dan cerai hidup karena persoalan atau konflik keluarga. Status janda membawa beban baik secara emosional maupun sosial terutama untuk janda dalam konteks Manado yang mengalami diskriminasi status sosial. Janda Manado yang terbentuk karena konteks budaya lokal popular Manado dan pengaruh mode budaya asing. Janda Manado tidak lagi dipandang sebagai perempuan dalam status sosial, tetapi tubuh sosial yang dipandang hanya sebagai tubuh seksual. Tujuan penelitian ini untuk memberikan analisis kritis sosio-teologis dan ekofeminisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Alkitab memberikan dasar teologis yang jelas mengenai analisis sosio-teologis dan ekofeminis konteks janda Manado. Dalam teks Keluaran 22: 22 dinyatakan: “seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas” yang artinya hukum Ibrani juga memiliki aturan yang melindungi anak yatim dan bahkan janda.

References

Alex Arifianto Yonatan. “Makna Sosio-Teologis Melayani Menurut Roma 12: 7”. JIREH: Jurnal Ilmiah Religiousity Entity Humanity 2, no 4 (2020): 184-197.

Alperina Mosooli Ermin dan Mardian Baali. “Makna Perjumpaan Allah dengan Hagar dan Janda di Sarfat Untuk Mengkritik Stigma Tentang janda. Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2023): 84-97.

Ayu Permatasari Rr. Yudiswara dan Gede Agus Siswadi. “Ekofeminisme di Indonesia: Sebuah Kajian Reflektif Atas Peran Perempuan Terhadap Lingkungan”. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya 6, no. 1 (2022): 59-70.

Florida Kanyaman Margareta. “Kedudukan Hukum Taurat dan Hukum Timur Dekat Kuno”. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 8 (2023): 101-116.

Galpaz-Feller Pnina, “The Widow in the Bible and in Ancient Egypt,” Zeitschrift Fur Die Alttestamentliche Wissenschaft 120, no. 2 (2008): 231-53.

Hoffner H. A, “Almanah, Widow,” in Theological Dictionary of the Old Testament, ed. G. Johhanes Botterweck and Helmer Ringgren (Grand Rapids Michigan: Eerdmans Publishing Company, 1974).

Izzat Wiwah Handaru Bara. “Sosio-Teologis: Dialektika Sosial Budaya Mengenai Inkarnasional Pelayanan Kristus dalam Kitab Injil”. Jurnal STT Baptis Kalvari, (2021).

Janiva Isabella & Yolantya Widyasari. “Makna dan Keterlibatan Orang Kristen dalam Ritual Punduk Sahur Pada Masa COVID 19 di Desa Tumbang Tambirah, Kalimantan Tengah: Kajian Sosio Teologis”. Harmoni: Jurnal Multikultural dan Multireligius 20, no. 1 (2021): 82-98 .

Marhaeni Munthe Hardiana, Harmona Daulay dan Hapsiah. “Kebertahanan Janda Batak Toba dalam Hidup Menjanda Setelah Cerai Mati dan Cerai Hidup”. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2020): 380-396.

Marhaeni Pudji Astuti Tri. “Ekofeminisme dan Peran Perempuan dalam Lingkungan”. Indonesian of Journal Consevation 1, no. 1 (2012): 49-60.

Retno Wulan Tyas. “Ekofeminisme Transformatif: Alternatif Kritis Mendekonstruksi Relasi Perempuan dan Lingkungan’. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia 1, no. 1 (2007): 105-130.

Rohinah dan Nifsi Anisah. “Solidaritas Janda: Pemberdayaan Perempuan di Pijji Armalah Yogyakarta”. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam 19, no. 2 (2020): 157-171.

Rosmaini. 2019. “Stigma Janda Dan Problematika Ekonomi Keluarga(Studi Di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh Selatan).” Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. http://library.ar-raniry.ac.id/.

Schereschewksky Ben-Zion, “Widow,” in Encyclopaedia Judaica, ed. Fred Skolnik and Michael Berenbaum (Detroit: Macmillan Reference USA in association with the Keter Pub. House, 2007).

Siti Fatimah. “Ekofeminisme: Teori dan Gerakan. Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 1, no. 1 (2017).

Stevanus Alexander. “Reconstruction Pastoral Ministry Concept of the Assemblies of God Church in North Sulawesi Indonesia”, Euanggelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2023): 127-137.

Stevanus Alexander, “Rahim Perempuan Itu: Teologi Rahim Kartini Dalam Perjuangan Membangun Politik Identitas Perempuan Indonesia”. Euanggelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 2 (2022): 95-111.

Sunarsih. “Stigma Janda Dalam Judul Berita Media Daring Pada Masa Pandemi Covid 19”. SINTESIS: Jurnal Ilmiah Kebudayaan 14, no. 2 (2020): 131-137.

iNews Tasikmalaya, diunduh pada Selasa, 23 Januari pukul 22: 53. https://tasikmalaya.inews.id/read/290474/7-alasan-kenapa-janda-semakin-di-depan-dan-menarik-perhatian-pria

Inisial AM adalah jemaat suatu organisasi gereja di Sulawesi Utara. Wawancara 4 November 2023, pukul 12.35 WITA.

Downloads

Published

2024-02-23

How to Cite

Diskursus Diskursus Janda Manado: Antara Sosio-Teologis dan Ekofeminisme. (2024). KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(1), 29-40. https://doi.org/10.69932/kardia.v2i1.21