Lima Pilar Kelompok Sel Alkitabiah menurut Kisah Para Rasul 2:42
DOI:
https://doi.org/10.69932/kardia.v2i1.19Keywords:
kelompok sel, Alkitabiah, Kisah Para RasulAbstract
Abstract: Cell groups designed in the church have a clear purpose which is to shape the life of the congregation. Cell groups need to imitate what the early church did as recorded in Acts 2:42 and make it a pillar in forming a cell group. Acts 2:42 tells the story of how the life of the early church was formed. The habits of the early church led to spiritual growth. Without basing the cell group on a biblical foundation, the cell group will not have a significant impact on the growth of the church. There are five things that can be observed from the habits of the early church in Acts 2:42. These five things can then be applied in the cell group pattern to bring the congregation to experience significant spiritual growth. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that the five pillars of biblical cell groups according to Acts 2:42 need to be applied to improve the spiritual life of the congregation. This is because Acts 2:42 is the right foundation for building cell groups in a local church today. Acts 2:42 tells about the habits of the early church in the days of the apostles where the early church persevered in teaching, fellowship, breaking bread and praying. The early church did these things and the early church experienced significant growth in both quality and quantity.
Abstrak: Kelompok sel yang di desain di dalam gereja memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk membentuk kehidupan jemaat. Kelompok sel perlu meniru apa yang jemaat mula-mula lakukan yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:42 dan menjadikannya pilar pilar dalam membentuk sebuah kelompok sel. Kisah Para Rasul 2:42 menceritakan tentang bagaimana kehidupan jemaat mula-mula terbentuk. Kebiasaan jemaat mula-mula membawa kepada sebuah pertumbuhan rohani. Tanpa mendasari kelompok sel dengan dasar Alkitabiah, maka kelompok sel yang dibangun tidak akan membawa dampak yang signifikan bagi pertumbuhan jemaat. Ada lima hal yang dapat diteliti dari kebiasaan jemaat mula-mula di dalam Kisah Para Rasul 2:42. Lima hal tersebut kemudian dapat diterapkan di dalam pola kelompok sel untuk membawa jemaat mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa lima pilar kelompok sel Alkitabiah menurut Kisah Para Rasul 2:42 perlu diterapkan demi meningkatkan kehidupan rohani jemaat. Sebab dalam Kisah Para Rasul 2:42 adalah fondasi yang tepat untuk membangun kelompok sel dalam sebuah gereja lokal masa kini. Kisah Para Rasul 2:42 menceritakan tentang kebiasaan jemaat mula-mula di zaman para rasul yang mana jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran, bersekutu, memecahkan roti dan berdoa. Hal tersebut jemaat mula-mula lakukan dan jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan signifikan dalam kualitas maupun kuantitas.
References
Arifianto, Yonatan Alex, and Asih sumiwi Rachmani. “Peran Roh Kudus Dalam Menuntun Orang Percaya Kepada Seluruh Kebenaran Berdasarkan Yohanes 16 : 13.” Jurnal Diegesis 3, no. 1 (2020): 1–12.
Baskoro, Paulus Kunto, and Yonatan Alex Arifianto. “Pentingnya Komunitas Sel Dalam Pertumbuhan Gereja: Sebuah Permodelan Dalam Kisah Para Rasul.” MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen 2, no. 2 (2021): 86–98. https://doi.org/10.52220/magnum.v2i2.87.
Bising, Yoseph P. “Apakah Kelompok Sel Itu?” Kurios 1, no. 1 (2018): 35–43. https://doi.org/10.30995/kur.v1i1.11.
Bock, Darrell L. A Theology of Luke and Acts: God’s Promised Program, Realized for All Nations. Michigan 49516-6287: Zondervan Academic, 2015.
Bruce, F. F. The Book of The Acts. Michigan 49503: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 1988.
Darmalaksana, Wahyudin. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan.” Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020, 1–6.
Godden, David. “Corroborative Evidence.” Harvard Law Review 34, no. 6 (1921): 667. https://doi.org/10.2307/1328935.
Hosea, Amos. “Fenomena Kelompok Sel (Cell Group) Dalam Gereja Lokal.” Diegesis: Jurnal Teologi 3, no. 2 (2019): 1–11. https://doi.org/10.46933/dgs.vol3i21-11.
Kistemaker, Simon J. New Testament Commentary: Exposition of Acts. Grand Rapids, Michigan: Baker Book House, 1990.
Longman III, Tremper, and David E Garland. The Expositor’s Bible Commentary Luke - Acts. Michigan 49530: Zondervan, 2007.
Nainggolan, Jhon Piter, and Yunardi Kristian Zega. “Konsep Kelompok Sel Sebagai Revitalisasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Gereja.” TELEIOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2021): 15–29.
Nainggolan, Rahmat Hasudungan. “Pengaruh Cara Hidup Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 Dan Relevansinya Pada Masa Kini.” PNEUSTOS: Jurnal Teologi Pantekosta, 2018.
Nelly, Nelly, and Murni Yanti. “Pentingnya Karakteristik Murid Kristus Bagi Jemaat Menurut Kisah Para Rasul 2:41-47.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 2021. https://doi.org/10.47167/kharis.v3i2.50.
Online Bible Study Suite. “BibleHub,” 2004.
Padang, Serli Marhayanti, and Paskalinus Busthan. “Kajian Kelompok Sel Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda Di Gereja Kemah Injil Indonesia Mazmur Termindung Samarinda.” Repository Skripsi Online 1, no. 1 (2019): 62–67.
Pentecost, J. Dwight. New Wine: A Study of Transition in the Book of Acts. Michigan 49301: Kregel Academic, 2010.
Putra, Adi. “Hakikat Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2: 41-47.” BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. 2 (2020): 262–81.
Sari, Intan Betesda, Herry Susanto Antadinata, and Yusak Sigit Prabowo. “Pengaruh Pemahaman Tentang Ciri Jemaat Mula-Mula Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 Terhadap Spiritualitas Jemaat.” Miktab: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 2022. https://doi.org/10.33991/miktab.v2i1.380.
Schnabel, Eckhard J. Acts. Michigan 49546: Zondervan Academic, 2016.
Siagian, Rustam. “Analisis Pertumbuhan Gereja Mula-Mula Dalam Kisah Para Rasul Dan Relevansianya Bagi Gereja Masa Kini.” SCRIPTA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kontekstual 6, no. 2 (2020): 129–39. https://doi.org/10.31220/osf.io/vt38f.
Sinukaban, Eliezer Andelta. “Prinsip Hidup Jemaat Mula-Mula Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47.” PNEUSTOS: Jurnal Teologi Pantekosta 1, no. 1 (2018): 43–57.
Siregar, Maringan Pahala. “Pengaruh Kelompok Sel Terhadap Pertumbuhan Jemaat Gereja Bethel Indonesia Simalingkar B Medan.” HAGGADAH: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2022. https://doi.org/10.57069/haggadah.v2i1.21.
Spence, Henry D. M. The Complete Pulpit Commentary Volume 8 Act to Philippians. Harrington, DE 19952: Delmarva Publication, 2013.
Sumiyati, Sumiyati, and Eriyani Mendrofa. “Implikasi Pedagogis Pada Sakramen Perjamuan Kudus Dalam Liturgi Gereja.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 5, no. 1 (January 2021): 116–26. https://doi.org/10.46445/ejti.v5i1.314.
Sunarko, Andreas Sese. “Implementasi Cara Hidup Jemaat Mula-Mula Dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47 Bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 2, no. 2 (2020): 127–40. https://doi.org/10.47167/kharis.v2i2.33.
Thomas, Derrek W. H. Acts. New Jersey 08865 – 0817: P&R Publishing Company, 2011.
Umrati, and Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2020.
Wilkins, Michael J, David E Garland, Darrell L Bock, Gary M Burge, and Ajith Fernando. NIVAC Bundle 6: Gospels, Acts. Michigan 49546: Zondervan Academic, 2015.
Williams, David J. Acts (Understanding the Bible Commentary Series). Michigan 49516-6287: Baker Books, 2011.
Zaluchu, Sonny Eli. “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 Untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-Mula Di Yerusalem.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 2019. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v2i2.37.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Daniel Pesah Purwonugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



